Install UI Breeze dengan Laravel 12 Blade #2
Masih banyak yang berangapan bahwa laravel breeze ui hanya bisa di buatkan dalam laravel 11 saja. Karena starter kit yang di sediakan pada dokumentasi laravel itu hanya react, vue, dan livewire sesuai yang telah di bahas pada materi sebelumnya.
Masih banyak yang berangapan bahwa laravel breeze ui hanya bisa di buatkan dalam laravel 11 saja. Karena starter kit yang di sediakan pada dokumentasi laravel itu hanya react, vue, dan livewire sesuai yang telah di bahas pada materi sebelumnya.
Mari ikuti kembali langkah - langkah instalasi laravel breeze ui blade :
Masuk pada lokasi proyek aplikasi laravel yang sudah terinstall sebelumnya
Jika anda menggunakan windows silahkan anda buka folder proyek sebelumnya, kemudian click area path nya, lalu ketik cmd dan enter
Setelah terbuka terminal / cmd kalian kemudian jalankan perintah
composer require laravel/breeze --dev
Kemudian jalankan perintah php artisan breeze:install , kemudian pilih Blade with Alpine atau ketikan blade.
Setelah berhasil pilih yes untuk support mode dark mode
Jika ada pertanyaan testing framework pilih PHPUnit, tunggu sampai selesai dan hasil akhirnya sebagai berikut
Jalankan composer run dev untuk menjalankan server dalam local yang kita miliki, kemudian buka url http://127.0.0.1:8000 yang ada pada penjelasan
Server running on [http://127.0.0.1:8000].Setelah itu laravel yang sudah terinstall akan memiliki navbar Login dan Register
Sekarang kalian sudah memiliki halaman landing, register, login dan dashboard;
Maka setelah berhasil anda perlu memahami stuktur dan konsep laravel sebagai berikut :
Model ini berperan untuk segala aktivitas yang berkaitan dengan database melalui method eloquent atau query yang diperintahkan controller. Model ini juga dibantu oleh migration untuk pembuatan, perubahan dan segala aktivitas yang berkaitan dengan tabel yang ada dalam database. Kemudian terdapat seeder untuk membuat/menanam data yang dianggap menjadi data default yang biasanya di execute saat proses instalasi artinya seeder ini menjadi data awalnya. Selain itu juga ada factory yang berperan membantu membuat data dummy biasanya ini sangat membantu para pengembang agar tidak menginput data ribuan sebagai acuan data awal atau data dummy.
View berperan sebagai frontend atau UI yang berkomunikasi langsung dengan user. Komunikasi ini dibantu oleh routes atau URL. Maka, jika dilihat dari aplikasi apapun yang berbasis web pasti harus membuka alamat url / domain yang digunakan pada setiap aplikasi yang telah di kembangkan. Bahkan komunikasi frontend dengan controller seperti action dalam proses login itu memiliki url yang terlapisi UI. Sehingga user tidak menyadarinya atau sering disebut data manipulation.
Controller berperan sebagai jembatan yang memfasilitasi views dan model untuk saling berkomunikasi. Misalnya : terdapat controller login. Jika, sesi login belum dilakukan maka controller tersebut akan mengkomunikasikan dengan view untuk menampilkan halaman login. Setelah halaman login dan formnya diisi dengan benar, View mengintruksikan button login ke controller untuk melakukan login. Instruksi tersebut diterima lalu diteruskan ke model untuk melakukan pengecekan database. maka , jika pengecekan berhasil biasanya model mengembalikan response nya melalui controller untuk membuka halaman dashboard setelah login itu mendapat response dari model sukses.
Selain peran MVC yang menghasilkan WEB APP, laravel juga dapat menghasilakn REST API untuk menjadi aplikasi backend berbasis API.